Rabu, 03 November 2010 0 komentar

FOTO BARENG ABANG RADITYA DIKA

Pengalaman yang tak terlupakan...
sungguh sangat amat bangeddzzz sekali...grogi ku abizzz abizzz




gara-gara org di "...." neah ngasih info yang salah...katanya acaranya di mulai jam 4 sore tapi ternyata acaranya di mulai jam setengah 3...ih..jadi ketinggalan deh...tapi nggak pa2 deh...yang jelas bisa bincang2 plus ngobrol bareng raditya dika...pas giliran gw yang dapet kesempatan buat foto bareng ama bang radith, dia nanya nama gw plus kuliah di mana?? wadoh seneng banget deh...apalagi pas pisahan, radith bilang "makasih yah evie" hahahaha seneng banget dah...makasih buat indha n ical shabat gw yg udah mau nemenin gw liatin radith...that's all thanks banget buat Showbiz Maxindo yg udah ngundang radith datang ke kota daeng "makassar"
Minggu, 10 Oktober 2010 0 komentar

PEndapat teman2 ku tentang motor di jalan raya

PERTANYAANKU_
aSSalamu alaikum…mauka` nanya..apakah motor itu dikatakan solusi atau masalah dalam ketertiban di jalan raya…??? Bagi donkz pendapatnya_tengkyu…^_^
1.      Absach:          ”Kita harus liat dari sudut pandang mana dulu, kalau motor itu di gunakan dengan baik yah bermanfaat tapi kalau di pakai untuk ngebut-ngebutan di jalan raya itu yang bermasalah.
2.      Vivin:  “Motor sebenarnya solusi bagi transportasi bila pemerintah belum mampu mengadakan alat trans umum yang lebih murah dan nyaman. Namun keberadaannya yang semakin meningkat tiap tahun (Ex: karena lebih simple dan di dukung kemudahan financing (pembelian)) tidak diikuti oleh peningkatan luas jalan akibatnya kemacetan. Aspek polusi, pemborosan BBM dan kenyamanan konsumen pun tetap menjadi masalah lain dalam transportasi, upaya yang harus dilakukan adalah pencarian trans alternative adalah memperbaiki kualitas kendaraan umum yang ada.
3.      Nango: “Solusi bagus untuk berkendara, tetapi berdampak negative kalau motornya kebanyakan di jalan karena bikin macet.
4.      Imma: Motor itu merupakan masalah dalam ketertiban kendaraan di jalan raya karena biasanya motor itu lebih susah di atur. Memang dari segi fisik dia lebih kecil daripada mobil kenyataannya dialah yang jadi masalah karena motor sering balap-balapan liar dan belum lagi mengeluarkan polusi udara dll.
5.      Fadly Agro:    Tergantung kondisi jalan rayanya. Kalau jalan raya tingkat kepadatan kendaraannya tinggi, motor akan jadi penyebab permasalahan (Kemacetan, polusi, kecelakaan).
6.      Haidir: Bukan masalah atau solusi, kebanyakan pengendara motor suka-sukanya. Kalau tambah banyak motor akan macet. Kalau pemerintah bisa bikin transportasi missal yang bagus dan murah itu yang paling baik.
7.      Ikbal:  Selama mematuhi peraturan lalu lintas saya rasa iya, akan menjadi solusi.
8.      Nunu:  Masalah karena sekarang kendaraan bermotor bertambah banyak jadi sudah tidak bisa di kendalikan, jalur khusus buat kendaraan bermotor juga hanya awal-awalnya saja di tekankan tetapi lama kelamaan akan terlupakan.
9.      KSR Kak Sri:    Akan menjadi solusi jika bermanfaat bagi diri dan orang lain dan menjadi masalah jika melanggar tata tertib dan hukum yang berlaku terlebih lagi jika merugikan orang lain.
10.  Uphe:  Motor termasuk masalah dijalan raya kalau dia tidak mematuhi peraturan lalu lintas selain itu buangannya juga menyebabkan polusi udara.
11.  Sry Kirei:         Semua itu pasti ada manfaat dan kerugiannya, tergantung dari si pengendara.
12.  Rhanty Soil:    Solusi, karena dapat mempermudah dalam keseharian, tinggal bagaimana kebijaksanaan pengendaranya dalam menaati peraturan.
13.  Yusri:  Bukan Solusi atau masalah (Trus apa donk???)
14.  Nono’: Bukan solusi atau masalah di jalan raya tetapi kendaraan di jalan raya(Ckckck betul-betul pemikiran ngga’ di harapkan)
15.  KSR Kak Hajar:           Angka pemakaian motor hingga tahun ini membludak dan kemacetan terjadi di mana-mana sehingga polusi menambah angka kesakitan seperti ISPA dll.
16.  Fitto’:  Masalah, karena kalau kendaraannya banyak kan bisa mengganggu ketertiban.
17.  Radja:  Sebenarnya tergantung dari yang mengendarai, motor jadi solusi ketika kita mengejar waktu tetapi dapat juga jadi masalah dalam ketertiban ketika kita kebut-kebutan di jalan tanpa fikirkan pengguna lain di jalan.
18.  Kak Ikha Proteksi:    Kalau saya masalah karena mengurangi fungsi mobil.
19.  Hamzah:         Motor bukan masalah dalam ketertiban jalan raya, meskipun banyak motor ketertiban jalan raya tetap bisa bagus, asalkan orangnya mau tertib, kalau di bilang solusi bukan juga, solusi menurut saya adalah pengendaranya dan infrastrukturnya.
20.  Kak Hana:       Solusi dibandingkan mobil karena motor bisa menggunakan kapasitas jalan seefisien mungkin hemat BBM untuk persediaan SDA yang sustainable.

Rabu, 22 September 2010 0 komentar

darah memang sangat berarti

hari ini ada sekitar tujuh orang yang membutuhkan darah...itu hanya di ksr pmi uh. belum lagi di tempat-tempat lain yang tersebar di seluruh pelosok bumi. keluarga mereka yang membutuhkan darah berusaha untuk mencarikan pendonor dan kita yang memiliki berat diatas 45 kg dan juga tidak memiliki hobby begadang sekiranya dengan sukarela mendonorkan darah kita kepada sesama. krna "setetes darahmu sangat berarti bagiku" ucapan yang dipikirkan oleh si korban atau orang yg membutuhkan darah. dan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti kita yang akan membutuhkan darah. who know???
Kamis, 02 September 2010 0 komentar

ALL ABOUT WALANG SANGIT

Walang Sangit (Leptocorisa Acuta Thunberg)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Famili : Alydidae
Genus : Leptocorixa
Spesies : Acuta
Author : Thunberg


Daerah Sebaran
Walang sangit (L. acuta) mempunyai daerah sebaran yang sangat luas, hampir di semua negara produsen padi. Daerah penyebaran L. acuta) antara Asia Tenggara, Kepulauan Fiji, Australia, Srilangka, India, Jepang, Cina, Pakistan dan Indonesia (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Di Indonesia L. Acuta tersebar di daerah Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi (Baehaki, 1992).

Tanaman inang
Walang sangit selain menyerang tananamn padi yang sudah bermalai dapat pula berkembang pada rumput-rumputan seperti Panicium crusgalli L., Paspalum dilatatum Scop., rumput teki (Echinocloa crusgalli dan E. colonum) (Baehaki,1992).

Bioekologi dan Morfologi
Walang sangit (L. acuta) mengalami metamorfosis sederhana yang perkembangannya dimulai dari stadia telur, nimfa dan imago. Imago berbentuk seperti kepik, bertubuh ramping, antena dan tungkai relatif panjang. Warna tubuh hijau kuning kecoklatan dan panjangnya berkisar antara 15 – 30 mm (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Telur. Telur berbentuk seperti cakram berwarna merah coklat gelap dan diletakkan secara berkelompok. Kelompok telur biasanya terdiri dari 10 - 20 butir. Telur-telur tersebut biasanya diletakkan pada permukaan atas daun di dekat ibu tulang daun. Peletakan telur umumnya dilakukan pada saat padi berbunga. Telur akan menetas 5 – 8 hari setelah diletakkan. Perkembangan dari telur sampai imago adalah 25 hari dan satu generasi mencapai 46 hari (Baehaki, 1992).



Nimfa.
Nimfa berwarna kekuningan, kadang-kadang nimfa tidak terlihat karena warnanya sama dengan warna daun. Stadium nimfa 17 – 27 hari yang terdiri dari 5 instar (Harahap dan Tjahyono, 1997).
Imago. Imago walang sangit yang hidup pada tanaman padi, bagian ventral abdomennya berwarna coklat kekuning-kuningan dan yang hidup pada rerumputan bagian ventral abdomennya berwarna hijau keputihan. Bertelur pada permukaan daun bagian atas padi dan rumput-rumputan lainnya secara kelompok dalam satu sampai dua baris (Rismunandar, 2003).
Aktif menyerang pada pagi dan sore hari, sedangkan di siang hari berlindung di bawah pohon yang lembab dan dingin (Baehaki, 1992).

Iklim Mikro
Perkembangan yang baik bagi hama Walang sangit terjadi pada suhu antara 27 – 30 C. Perkembangan Walang Sangit telah diketahui Gejala Serangan dan Kerusakan yang ditimbulkanterjadi pada waktu temperatur sedang, curah hujan rendah dan sinar matahari terang. Walang sangit dapat berkembang biak di lahan dataran rendah maupun di dataran tinggi (Mudjiono, 1991).

Gejala Serangan dan Kerusakan yang ditimbulkan
Nimfa dan imago mengisap bulir padi pada fase masak susu, selain itu dapat juga mengisap cairan batang padi. Malai yang diisap menjadi hampa dan berwarna coklat kehitaman. Walang sangit mengisap cairan bilir padi dengan cara menusukkan styletnya.
Nimfa lebih aktif daripada imago, tapi imago dapat merusak lebih banyak karena hidupnya lebih lama. Hilangnya cairan biji menyebabkan biji padi mengecil jika cairan dalam bilir tidak dihabiskan. Dalam keadaan tidak ada bulir yang matang susu, maka dapat menyerang bulir padi yang mulai mengeras, sehingga pada saat stylet ditusukkan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.


Pengendalian
Serangan walang sangit dapat dikendalikan dengan berbagai cara misalnya melakukan penanaman serempak pada suatu daerah yang luas sehingga koloni walang sangit tidak terkonsentrasi di satu tempat sekaligus menghindari kerusakan yang berat.
Pada awal fase generstif dianjurkan untuk menanggulangi walang sangit dengan perangkap dari tumbuhan rawa Limnophila sp., Ceratophyllum sp., Lycopodium sp. dan bangkai hewan : kodok, kepiting, udang dan sebagainya. Walang sangit yang tertangkap lalu dibakar.
Parasit telur walang sangit yang utama adalah Gryon nixoni dan parasit telur lainnya adalah Ooencyrtus malayensis (Baeheki, 1992).
Walang sangit dapat tertarik pada bau-bau tertentu seperti bangkai dan kotoran binatang, beberapa jenis rumput seperti Ceratophyllum dermesum L., C. Submersum L., Lycopodium carinatum D., dan Limnophila spp. Apabila walang sangit sudah terpusat pada tanaman perangkap, selanjutnya dapat diberantas secara mekanik atau kimiawi (Natawigena, 1990).
Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan insektisida yang dianjurkan dan aplikasinya didasarkan pada hasil pengamatan. Apabila terdapat dua ekor walang sangit per meter persegi (16 rumpun) saat padi berbunga serempak sampai masaka susu, saat itulah dilakukan penyemprotan. (Harahap dan Tjahyono, 1997). Walang sangit dewasa dapat dikendalikan dengan insektisida monokrotofos. Insektisida yang efektif terhadap walang sangit adalah BPMC dan MICP.

Minggu, 29 Agustus 2010 0 komentar

KOHATI (KORPS HMI WATI)

KOHATI adalah singkatan dari Korp HMI-wati, yang merupakan salah satu badan khusus HMI yang bertugas membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi HMI-wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan. KOHATI didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H, bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 pada Kongres HMI ke-8 di Solo. Secara detail mengenai kelembagaan ini dapat dilihat dalam folder PDK (Pedoman Dasar Kekohatian).


KOHATI sebagai salah satu badan khusus yang ada di HMI (pasal ‘57’ ART HMI) memiliki bidang kerja yang sangat khusus dan visioner, yakni keperempuanan. Bicara mengenai perempuan bukanlah hal yang terdengar asing di lingkungan kita, apalagi di kalangan aktivis dan juga sebagai mahasiswa. Pembicaraan mengenai perempuan itu tidak jauh dari seputar fisik perempuan, peran perempuan–publik dan domestik, tenaga kerja perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, dan segala isu lain yang menyangkut perempuan. Memang terdengar menjadi begitu spesialnya makhluk yang bernama perempuan ini, sehingga banyak didiskusikan di berbagai kalangan di berbagai tempat. Dan HMI, sebagai organisasi mahasiswa pertama di Indonesia juga harus berstrategi untuk mengembangkan misinya dalam bidang keperempuanan ini.


Sebagai organisasi kader, misi HMI dapat ‘dibantu’ dikembangkan dalam bidang keperempuanan. Namun perubahan yang mendasar dapat dilakukan dalam suatu wadah pengembangan organisasi, yang di HMI disebut dengan KOHATI. Eksistensi KOHATI menjadi satu hal yang sangat penting, karena ia menjadi “laboratorium hidup” dalam menghasilkan HMIWati yang berkualitas menghadapi masa depan. Kualitas yang dihasilkan adalah kualitas terbaik sebagai seorang putri terhadap orang tuanya, seorang ibu bagi anak-anaknya, seorang istri bagi suaminya kelak, serta menjadi seorang anggota masyarakat.

Adalah suatu hal naif bila dikatakan eksistensinya menjadi kehilangan makna. Di kelompok manapun, suatu kelembagaan berdasarkan segragasi seks niscaya diperlukan. KOHATI (Korp HMI Wati) sebagai sebuah lembaga keperempuanan yang ada di Himpunan Mahasiswa Islam tentulah juga memiliki peran penting dalam pergerakan perempuan di Indonesia. Sejak didirikannya pada tanggal 17 September 1966, peranannya dirasakan bukan hanya di lingkungan internal organisasi, namun pula masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai lembaga perkaderan, KOHATI sesungguhnya memiliki tujuan yang mulia, yakni terbinanya muslimah yang berkualitas insan cita. Berbagai dinamika perkembangan KOHATI dari periode ke periode menunjukkan karakter dan pencirian yang berbeda-beda. Misalnya saja dapat dilihat pada awal pembentukannya, terdapat tiga semangat yang melatarbelakangi lahirnya KOHATI ini, yakni eksistensi, aktualisasi serta akselerasi.

Eksistensi yang dimaksud adalah adanya suatu semangat dan kesadaran dari kaum hawa untuk dapat menjadi subjek dalam pembangunan bangsa. Sedangkan, aktualisasi bermaksud untuk menyatakan dalam tindakan nyata untuk mengadakan pembaharuan dan perbaikan dalam menghadapi tantangan zaman yang senantiasa berubah. Serta, akselerasi adalah semangat dalam melakukan percepatan peran sosiologis dan politis, yang ditunjukkan sebagai lembaga.

Tentulah sejak didirikan, KOHATI mengalami tantangan zaman yang luar biasa mempengaruhinya. Almarhum Anniswati secara luar biasa pula pernah menuliskan bahwa ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama dengan keberadaan lembaga ini. Hal tersebut antara lain peningkatan kualitas KOHATI secara periodik dan kontinue di tingkat pusat, regional dan cabang; kepemimpinan KOHATI yang handal, kompak dan terdiri atas berbagai disiplin ilmu, adanya pemanfaatan para alumniwati di setiap periode bagi perkembangan KOHATI; adanya pembinaan langsung dari HMI; serta berbagai program tukar informasi. Dikatakan luar biasa karena keseluruhan yang disebutkan oleh beliau masih dirasakan sampai sekarang.


RELEVANSI KOHATI MASA KONTEMPORER

Sebuah thesis yang pernah dituliskan oleh seorang aktivis pergerakan perempuan, Shalah Qazan, di antaranya secara lantang, ia menuliskan bahwa suatu gagasan tanpa pergerakan akanlah lenyap dan terlupakan. Pergerakan tanpa mesin penggerak seperti suatu organisasi juga akan mati. Tentu kita juga sering mendengar sebuah pepatah yang amat terkait dengan thesis tersebut; suatu kebaikan yang tidak terorganisir akan dapat dikalahkan oleh suatu keburukan yang terorganisir.


Demikian pula halnya dengan peranan KOHATI. Masyarakat di luar sana, baik secara lokal, nasional dan ataupun internasional banyak membahas berbagai isu tentang keperempuanan. Persoalan ini sudah menjadi persoalan setiap daerah, dan bahkan sampai menjadi isu internasional. HMI harus dapat merespons hal yang dimaksud.


Salah satu yang diperlukan dalam melakukan perubahan itu adalah perluasan networking. Hal tersebut memerlukan sisterhood yang kuat. Sebagai suatu lembaga semi otonom yang ada di HMI, atau sebagai lembaga sayap keperempuanan yang ada di HMI tentulah kita tidak ingin ketinggalan isu. Perlu ada suatu pembahasan khusus tentang isu tersebut yang tertuang dalam suatu kelembagaan yang terstruktur, dan KOHATI-lah lembaga yang dipunyai HMI. Karenanya, sekali lagi ditekankan, gagasan tanpa pergerakan akan mati. Kita adalah perempuan yang sarjana dan sarjana yang perempuan. We have to do something! Majulah Tabah HMI wati, Harapan Bangsa, Membina Masyarakat Islam Indonesia!

Rabu, 04 Agustus 2010 2 komentar

pertama masuk kmpus di semester 5

mulai sesuatu yg baru untuk mulai hari yang baru...
ambil mata kuliah yang memusingkan.....
iehgh ada yg datang mengacaukan tulisan di blogku...
Minggu, 21 Juni 2009 3 komentar

cerpen jadul neh...

Gue sebelll banget, kenapa sich gue harus sekelas sama Dion padahal di sekolah gue kan kelas tiganya (berhubung gue udah kelas tiga) ada delapan kelas mulai dari kelas III.1, kelas III.2, kelas III.3, dan seterusnya sampe kelas III.8 dan gue di tempatin di kelas III.3, dan harus sekelas sama Dion.
Jujur gue nggak ngerti kenapa harus sekelas sama dia mungkin Tuhan pengen kalo gue punya musuh bebuyutan kali yah. Gue ingat waktu pertama kali gue pertemu sama dia, waktu itu saat penerimaan murid baru, dia nyambar gue dan berlalu begitu saja tanpa ngucapin kata MAAF dan saat itu gue sebel banget dan berharap semoga gue nggak sekelas sama dia, but now justru kebalikan dari permohonan gue.
Sewaktu perkenalkan diri di kelas gue nyebutin nama bokap gue yaitu Mamat Sudiro SH eh dia malah ngejek-ngejek gue pake nama ortu gue dan kalau gue dipanggil ama dia, dia nggak nyebut nama gue tapi nama bokap gue, dan sejak saat itu gue musuhan ama dia.
Gue nggak tahu kenapa dia selalu saja cari masalah ama gue padahal kan gue nggak pernah lakuin hal-hal yang dia nggak suka dan kalau dia ngejek gue dia juga nggak pernah ngejek gue balik gue bener-bener bingun deh. Waktu udah kelas dua pada pelajaran biologi tapi guru nggak masuk, dia nyembunyiin tas gue baru setelah gue nangis dia ngembaliin tas gue dan minta maaf tapi gue nggak nerima maafnya dia karena itu adalah kata maaf yang keseratus tiga puluh tujuhnya(kalau nggak salah) buat gue karena setelah dia ganguin gue.
Dia minta maaf dan gue maafin besoknya ganguin gue lagi setelah itu minta maaf lagi dan gue maafin dan besoknya juga begitu dan seterusnya sampai sekarang tapi soal masalah yang satu ini gue bener-bener nggak bisa maafin dia soalnya dia itu udah kelewatan.
Gue berencana buat ngebalas dia waktu gue lagi berfikir gue liat dia naro topinya di laci mejanya seketika senyum lebar terpancar dari bibir gue. Gue liat kiri kanan kali kali aja ada temen gue yang ngeliatin gue tapi kelihatannya mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Tanpa pikir panjang gue langsung ngejalanin rencana gue, setelah gue ngambil topinya dan nyembunyiin di laci guru gue segera keluar kelas dan dari kejauhan sesosok cowok yang mukanya sangat gue kenal yaitu Dion bersama teman-temannya, kayaknya mereka dari main basket soalnya kayak diguyur hujan alias keringatan gitu dech.
Kring…kring…kring bel berbunyi tanda waktu istirahat telah berakhir dan pelajaran akan segera dimulai." Selamat siang semuanya" ujur ibu Eni, dia adalah guru ekonomi yang akan membawakan materinya buat kami.
Sudah tradisi disekolahku sebelum pelajaran dimulai harus berdoa terlebih dahulu dan kami dianjurkan agar memakai seragam lengkap temasuk memakai topi." Bersedia" ujur Anto ketua kelas gue dan kami segera memakai topi kami masing-masing dan gue merhatiin Dion sedang mencari-cari sesuatu (tentu saja mencari topi).
Gue tahan ketawa gue yang nggak sabaran menganga lebar," Dion topi kamu mana? "ujur bu Eni. "nggak tau bu!" jawab Dion, "sekarang kamu berdiri didepan sampai pelajaran ibu selesai" pintah ibu Eni tegas.
Sepuluh menit berlalu, sebenarnya gue kasian juga liat dia berdiri tiba-tiba "Ezieliya Cherika" ujur ibu Eni mengagetkan gue, "iya, bu" jawab gue gugup.
"Ngapain kamu ngeliatin Dion terus, kan ibu nyuruh kamu ngerjain tugas?" kata bu Eni marah. Sementara Dion yang telah ngedengarin apa yang telah diomongin oleh Bu Eni spontan jadi ngeliatin gue dengan tampan curiga. Setelah pelajaran usai gue berniat buat ngembaliin topinya Dion.
Lalu gue lagi ngambil topinya Dion dilaci guru, gue menghampiri Dion yang lagi mijit-mijit kakinya karena kecapaian.
"Yon sorry yah gue udah ngerjain loe, nih topi loe" ujur gue sambil nyerahin topi itu ke Dion.
"Wah… gampang banget loe bilang sorry, loe pikir gue mau maafin loe setelah apa yang telah loe perbuat ke gue" jawab Dion marah.
"Ehmm.. gue bener-bener nggak tau kalo kejadiannya sampai begini, gue cuma pengen ngebalas loe aja atas kerjaan loe yang nyembunyiin tas gue kemarin, gue…".
"Udah deh nggak perlu diungkit-ungkit lagi jadi sekarang kita impas kan" ujur Dion sambil ngulurin tangan, gue lalu bersalaman sama Dion.

"Ma… Ezie pulang" gue langsung menuju kamar gue setelah ganti baju gue kemeja makan nemuin nyokap gue. "Ma, tau nggak tadi disekolah Ezie berantem sama Dion" gue emang selalu ceritain apa yang gue alamin di sekolah sama nyokap gue istilahnya gue jadiin nyokap gue sebagai temen curhat soalnya umur nyokap gue masih 34 tahun jadi masih bisa ngerti apa yang gue ceritain.
"Tiap hari juga kalian berantem mulu" jawab nyokap gue
"Tapi yang ini beda ma, dia ini masalah harga diri"
"Masih kecil udah ngomongin harga diri kenapa nanti kalo udah gede, tapi hati-hati loh benci bisa jadi cinta" Jawab nyokap gue.
"Ih.. mama apa-apaan sih kok ngomong kayak gitu nggak mungkin dong ma". Jawab gue ngebantah.
"Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin loh sayang".
Tiba-tiba gue ngedengar suara yang sangat familiar "halo sayang kamu baru pulang" ujur bokap gue sambil nyium kening gue.
"Iya pa, eh pa masa mama ngomong kalo Ezie nantinya bakal jatuh cinta sama Dion anak temen kerja papa?" lapor gue ke bokap. Tapi bokap Cuma senyum-senyum aja ngedengerin gue ngomong.

Gue ngeliat jam waker gue nunjukin pukul 01.00 gue ngambil gelas di samping jam waker gue tapi isi nya udah abis, yang tadinya gue berniat buat minum isinya jadi nggak jadi deh gue malah bangkit dari tempat tidur dan menuju kulkas. Tiba-tiba tanpa sengaja gue ngedengerin pembicaraan bonyok gue di kamar.
"Pa apa nggak sebaiknya kita ceritain ke Ezie tentang perjodohannya dengan Dion?". Seketika gelas yang gue pegang lepas dari tangan gue saking kagetnya. Hal ini membuat bonyok gue keluar kamar.”Ezie sedang apa kamu di sini?" Tanya nyokap.
"Ezie Cuma pengen ambil air aja kok ma" gue pura-pura nggak denger apa yang mereka omongin.
"Ya udah kalau udah ambil air kamu lansung tidur ya sayang." Ujur papa khawatir.

Kukuruyuk….suara ayam tetangga ngebangunin gue." Zie..cepetan bangun dong sayang udah jam berapa nih, nanti kamu telat." Ujur nyokap.
"Iya ma, Ezie juga udah bangun kok". Segera gue bergegas menuju kamar mandi,trus pake pakaian sekolah, gue ngeliatin diri gue di cermin enaknya gue ngapain yah nih rambut sambil ngeliatin rambut gue, baiknya gue kepang aja deh, lalu gue ngambil jepitan warna merah muda untuk mempermanis.
"Ezie cepetan dong sayang, nanti telat" ujur nyokap sekali lagi.
"Iyaaa…ma ini juga udah kelae kok. Pak Parto sopir pribadi gue lagi ngelapin kaca mobil ketika gue keluar rumah. "yuk bang, kita berangkat".
"Oh..iya non." Jawabnya.
Kring….kring…kring bunyi bel sekolah gue, tanda pelajaran segera di mulai. Ketika gue sedang menuju kelas Vita sohib gue manggil. "Zie….loe tau nggak kalo si Roi lagi nyariin loe dari tadi, emandnya ada masalah apa sih loe sama si Roy?" Vita bertanya sambil marah-marah.
"Gue nggak punya urusan sama si Roy, lagian gue juga nggak terlalu akrab sama Roy" jawab gue.
"Eh tuh yang lagi kita omongin dari tadi udah nongol, gue kekelas dulu yah soalnya guru gue udah dateng.
“Eh…loe dari mana kok baru datang sih" Tanya Roy.
"Oh..eh…gu gu gue baru datang, kata Vita loe nyariin gue? Ada urusan apa?".
"Ada yang perlu gue omongin sama loe, penting!".
"Soal apa?" gue jadi penasaran.
“Kalo gitu sepulang sekolah kita ketemuan di kafe dekat sekolah yah?"
"ok" jawab gue singkat.
Selama pelajaran berlansung gue nggak bisa konsentrasi sampe-sampe bu Eni ngomelin gue karena dipergokin lagi ngelamun di kelas.
Kring…kring…akhirnya pelajaran berakhir dan gue udah nggak sabaran pengen ketemu ama Roy, gue langsung nyuruh pak Parto sopir pribadi gue." Pak ke kafe samping sekolah yah!".
"Iya non" jawabnya. Setelah sampai di sana gue ngeliat Roy lagi duduk di bangku samping pohon. Tanpa pikir panjang gue segera nyamperin dia.
"Hi Roy udah lama" Tanya gue basa-basi.
"Eh, nggak gue baru aja datang kan kita baru kelar skul".
"Apa sih yang pengen elo omongin kayaknya serius amat." Tanya gue penasaran.
"Gini langsung aja yah." Ujur Roy,
gue nganguk aja, kemudian Roy ngelanjutin omongannya." Zie jujur gue ragu untuk ngomongin ini sama elo tapi karena gue ngerasa harus sampein ini sama kamu ehm sebenarnya Dion suka sama elo sejak tiga tahun yang lalu lebih tepatnya sewaktu kita masih kelas satu dan dia juga ngelaran gue buat bilang hal ini sama elo tapi gue sebagai teman dan demi kebahagiaan dia juga”
Setelah mendengar itu semua gue rasanya seperti anak ayam yang kebingungan nyariin induknya, gue benar-benar bingun nggak tahu pengen ngomon apa.
"Zie, kalo gitu gue balik dulu yah" ujur Roy pamitan.
"Eh…iya makasih." Jawab gue sambil senyum.
Malamnya gue nulis di computer gue kurasakan desakan menghampiriku suatu perasaan yang muncul tiba-tiba didalam hatiku aku tak tahu apa yang kurasakan sepertinya itu tak mungkin tapi perasaanku benar-benar ada dan mengatakan hatiku benar-benar suka padanya. Itulah yang gue ketik gue eman suka sama Dion.
"Ezie ada yang nyariin kamu tuh" ujur nyokap gue senyum-senyum.
"Siapa ma".
"Udah mendingan Ezie keluar aja kali-kali aja calon mantu mama" lagi-lagi nyokap tersenyum." Jangan-jangan" gue segera menuju teras dan ternyata dugaan gue benar yang datang Dion dan bonyoknya." Mari, silahkan masuk" ujur nyokap gue pada Dion dan bonyoknya." Ezie sebenarnya…". "Ezie udah tau kok ma". "Kamu tau dari mana" tanya nyokap penasaran." Kemarin malam nggak sengaja Ezie ngedengar pembicaraan mama sama papa". Dan Dion ngeliat gue sambil tersenyum malu.

TAMAT

By: Evie
 
;