Rabu, 25 Desember 2013 0 komentar

Resume Buku Borror Part Ordo Hemiptera, Ordo Thysanoptera, Ordo Psocoptera dan Ordo Phthiraptera



Bab 22
Ordo Hemiptera

Hemiptera dan Homoptera dulunya merupakan ordo tetapi dalam masa yang sekarang mereka tergabung menjadi Ordo Hemiptera. Mereka memiliki hal yang serupa dan dikelompokkan oleh para ahli dengan dua subordo yaitu Homoptera dan Heteroptera (Kepik-Kepikan). Dua subordo ini pada umumnya berbeda secara morfologi.
Kepik adalah nama umum yang diketahui oleh masyarakat awam mengenai serangga dari ordo Hemiptera. Karakter dari serangga dari ordo Hemiptera adalah sayap-sayap bagian depannya yang berbeda dengan sayap dari ordo yang lain. Bagian dasar sayap dari serangga ini yaitu menebal dan seperti kulit dan pada bagian ujungnya berkarakter membran atau tipis jadi tipe dari sayap hemiptera disebut dengan hemelytron/ hemelytra. Ketika serangga ini beristirahat, maka sayapnya yang bagian membran akan berada secara tumpang tindih diatas abdomen.
Bagian alat mulut Hemiptera adalah menusuk menghisap karena memiliki modifikasi alat mulut yang memanjang dan berupa stylet yang memiliki jumlah ruas yang berbeda-beda berdasarkan spesiesnya.  Bagian yang beruas dari stylet yaitu labium yang berperan sebagai suatu selubung bagi empat stylet penusuk (dua mandibel dan dua maksila). Pada maksila, membentuk dua saluran yaitu ada yang berperan sebagai saluran makanan dan ada yang berperan sebagai saluran air liur.

Sifat-sifat yang dipakai untuk mengidentifikasi Subordo Heteroptera (Hemiptera)
            Yang perlu diamati yaitu antena, stylet, tungkai, tungkai, abdomen, alat pengeluaran, spirakel, trikobotria dan sayap serta sifat-sifat umum seperti ukuran, warna dan habitat biasa digunakan untuk memisahkan famili-famili.
            Antena biasanya empat atau lima ruas, stylet biasanya tiga atau empat ruas. Beberapa memiliki pronotum yang kurang lebih terbagi dua bagian atau dibagi menjadi sebuah gelambir anterior dan sebuah gelambir posterior. Pada tungkai hemiptera memiliki sifat sebagai pemangsa dan termodifikasi sebagai penangkap, biasanya memiliki femur yang besar pada batas ventro posterior.
            Hemelytra dapat mengalami modifikasi yang lumayan pada kelompok-kelompok yang berbeda dari kepik dan nama-nama yang khusus diberikan pada bagian-bagian yang berbeda dari hemelytron. Bagian dasar yang menebal hemelytron itu terdiri dari dua bagian, korium (kor) dan klavus (cl), yang dipisahkan oleh sutura clavus (cls). Bagian ujung yang tipis dari hemelytron adalah selaput tipis (mem). Pada beberapa hemiptera satu garis yang sempit dari korium sepanjang pinggir kosta adalah batas dari korium yang tinggal oleh satu sutura; ini adalah embolum (emb).


Gambar 1. Hemelytra Hemiptera A. Lygus (Miridae); B. Ligyrocorus (Lygaeidae); C. Orius (Anthocoridae); D. Boisea (Rhopalidae); E. Nabis (Nabidae); F. Saldula (Saldidae); G. Mesovelia (Mesovellidae); H. Largus (Largidae). cl, klavus; cls, sutura clavus; cor, korium; cun, kuneus; emb, embolium; mem, membran.

Klasifikasi Hemiptera
Subordo Enicocephalomorpha
-          Famili Enicocephalidae
Subordo Dipsocoromorpha
-          Famili Dipsocoridae
-          Famili Schizopteridae
Subordo Nepomorpha
-          Famili Nepidae
-          Famili Belastomatidae
-          Famili Corixidae
-          Famili Ochteridae
-          Famili Gelastocoridae
-          Famili Naucoridae
-          Famili Notonectidae
-          Famili Pleidae
Subordo Gerromorpha dan Leptopodomorpha
-          Famili Mesovellidae
-          Famili Hidrometridae
-          Famili Hebridae
-          Famili Macroveliidae
-          Famili Veliidae
-          Famili Gerridae
-          Famili Saldidae
-          Famili Leptopodidae
Subordo-subordo Cimicomorpha dan Pentatomorpha
-          Famili Thaumastocoridae
-          Famili Tingidae
-          Famili Microphysidae
-          Famili Miridae
-          Famili Nabidae
-          Famili Anthocoridae
-          Famili Cimicidae
-          Famili Polyctenidae
-          Famili Reduviidae
-          Famili Plesmatidae
-          Famili Lygaeidae
-          Famili Largidae
-          Famili Pyrrhocoridae
-          Famili Coreidae
-          Famili Alydae
-          Famili Rhopalidae
-          Famili Cydnidae
-          Famili Thyreocoridae
-          Famili Scutelleridae
-          Famili Pentatomidae
-          Famili Acanthosomatidae

Subordo Homoptera
Pada serangga yang tergolong dalam subordo Homoptera memiliki ciri-ciri alat mulut yang mirip dengan Hemiptera yang tergolong serangga penghisap dengan empat stylet penusuk (mandibel dan maksila). Probosis muncul dari bagian belakang kepala.
Homoptera yang bersayap biasanya memiliki empat sayap. Sayap-sayap depan mempunyai sifat yang seragam seluruhnya, baik berselaput tipis atau agak menebal dan sayap belakang berselaput tipis. Sayap-sayap pada waktu istirahat biasanya diletakkan seperti atap di atas tubuh, dengan tepi bagian dalam yang agak tumpang tindih di bagian ujungnya. Pada beberapa kelompok satu atau kedua jenis kelamin mungkin tidak bersayap atau individu-individu yang bersayap dan tidak bersayap dapat terjadi pada jenis kelamin yang sama.
            Metamorfosis serangga ini yaitu sederhana.  Siklus hidup dari serangga ini sangat kompleks, mencakup generasi biseksual dan partenogenetik, generasi yang bersayap dan tidak bersayap dan kadang-kadang pergantian yang teratur berdasarkan makanannya. Semua genus dari Homoptera adalah fitofag atau pemakan tumbuhan serta banyak jenisnya yang berperan sebagai hama yang merusak tanaman budidaya. Beberapa jenis menularkan penyakit pada tanaman atau biasa disebut dengan vektor atau pembawa penyakit, beberapa jenis dari Homoptera berperan sebagai penghasil warna dan zat-zat yang lain.
            Antena dari Homoptera sangat pendek dan seperti rambut-rambut duri, ada spesies yang memiliki mata ocelli dan adapula yang tidak sedangkan mata majemuk biasanya berkembang dengan bagus.

Klasifikasi Homoptera
Ordo Homoptera memiliki dua subordo yaitu Auchenorrhyncha dan Stenorrhyncha, masing-masing lebih lanjut dibagi menjadi superfamili dan famili.


Gambar 2. Struktur seekor peloncat daun, Paraphlepsius irroratus (Say). A, Pandangan dorsal; B, pandangan anterior kepala. Ant, antena; ap, appendix; clp. Klipeus; c, mata majemuk; el, elitron atau sayap depan; fm, femur; fr, frons; ge, gena (pipi); lbr, labrum; lo, lorum; mv, rangka-rangka sayap tepi; pr, pronotum; oc, mata tunggal; scl2, mesoskutellum; tb, tibia; ver, vertex.

Subordo Auchenorrhyncha
-          Famili Cicadidae
-          Famili Membracidae
-          Famili Aetallonidae
-          Famili Cercopidae
-          Famili Cicadellidae
Subfamili Ledrinae
SubFamili Dorycephalinae
Subfamili Hecalinae
Subfamili Megophthalminae
Subfamili Agallinae
Subfamili Macropsinae
Subfamili Idiocerinae
Subfamili Gyponinae
Subfamili Iassinae
Subfamili Penthimiinae
Subfamili Koebellinae
Subfamili Coelldiinae
Subfamili Nioiinae
Subfamili Aphrodinae
Subfamili Xestocephalinae
Subfamili Neocoelidiinae
Subfamili Cicadellnae
Subfamili Thyphlocybinae
Subfamili Deltocephaiinae
Subfamili Fulgorpidea
-          Famili Delphacidae
-          Famili Derbidae
-          Famili Cixiidae
-          Famili Kinnaridae
-          Famili Dictyopharidae
-          Famili Fulgoridae
-          Famili Achilidae
-          Famili Tropiduchidae
-          Famili Flatidae
-          Famili Acanaloniidae
-          Famili Issidae
Subordo Sternorrhynca
-          Famili Psyllidae
-          Famili Aleyrodidae
-          Famili Aphididae
-          Famili Erlosomatidae
-          Famili Adelgidae
-          Famili Phylloxeridae
-          Superfamili Coccoidea
-          Famili Margarodidae
-          FamiliOrthaziidae
-          Famili Kerridae
-          Famili Coccidae
-          Famili Aclerdidae
-          Famili Cryptococcidae
-          Famili Kermesidae
-          Famili Asterolecaniidae
-          Famili Lecanodiaspididae
-          Famili Cerococcidae
-          Famili Dactylopiidae
-          Famili Diaspididae
-          Famili Conchaspididae
-          Famili Phoenicococcidae
-          Famili Pseudococcidae
-          Famili Erlococcidae



















Bab 23
Ordo Thysanoptera

Serangga bersayap duri adalah serangga kecil yang bertubuh ramping, panjangnya 0,5-5 mm, mempunyai sayap tetapi ada juga yang tidak memiliki sayap dengan sayap yang berkembang sempurna dan berjumlah empat, panjang dan sempit dengan beberapa rangka sayap dan memiliki umbai atau rambut-rambut halus pada sayapnya.
Antena pendek dan terdiri dari 5-9 ruas, tarsi terdiri dari 1-2 ruas, dengan 1 atau 2 kuku di ujung yang mirip gelembung. Metamorphosis serangga ini ada dipertengahan yaitu sederhana dan sempurna. Dua instar pertama tidak ada sayap eksternal dan biasanya disebut larva, pada subordo terebrantia instar ketiga dan keempat tidak aktif makan, dan mempunyai sayap diluar, instar ketiga disebut prepupa dan keempat disebut pupa dan terakhir adalah dewasa. Metamorphosis ini menyerupai metamorphosis sederhana karena itu lebih dari satu instar sebelum dewasa mempunyai sayap dibagian luar dan bersifat metamorphosis sempurna karena perkembangan sayap didalam dan terdapat fase pupa.
Bagian mulut adalah tipe menghisap-mengesek, probosis adalah struktur tidak setangkut, gemuk, konis dan terletak dibagian posterior bidang ventral kepala. Labrum membentuk proboscis, maksilla membentuk lasiniae, terdapat 3 buah stilet dan 1 mandible membentuk sisi-sisi. Makanan yang dimakan dalam bentuk cairan, tetapi spora yang kecil-kecil juga dapat dimakan atau tertelan, namun sebagian besar adalah pemakan tanaman.
 
Gambar 3. Serangga bersayap seperti duri yang berpita merah, Selenothrips rubrocinchus (Giard) (Thripidae). A. Larva, B. Pupa, D. Imago.
Klasifikasi ordo thysanoptera terbagi menjadi dua subordo yaitu terebrantia dan tubulifera, yang berbeda bentuk pada ruas terakhir perut dan perkembangan alat perteluran. Terebrantia mempunyai ruas perut agak seperti kerucut dan alat peneluran yang berkembang baik, sedangkan tubulifer mempunyai ruas abdomen yang terakhir berbentuk seperti tabung dan yang betina tidak mempunyai alat peneluran. Famili-famili yang termasuk ordo thysanoptera adalah Aelothripidae, Merothripidae, Heterothripidae, Thripidae, Phlaeothripidae.






















Bab 24
Ordo Psocoptera

Kutu buku (psocid) adalah serangga-serangga yang kecil, bertubuh lunak, panjangnya kurang dari 6 mm. ada yang mempunyai sayap yang berukuran panjang dan pendek, ada juga yang tidak memiliki sayap. Antenna yang panjang, tarsi terdiri dari dua atau tiga ruas, tidak terdapat sersi. Psoptera mempunyai mulut mandibulat, klipeusnya besar dan agak mengembung dan metamorphosis sederhana.

Gambar 4. Tahapan-tahapan perkembangan Psocid Ectopsocopsis cryptomeridae (Enderlein). A. Telur, B. Instar III, C. Instar I, D. Imago betina, E. Instar VI.

Jenis yang banyak ditemukan digedung dan rumah-rumah, dan yang ditemukan adalah yang tidak bersayap, karena mereka sering hidup di antara buku-buku dan kertas-kertas dan biasanya disebut kutu buku. Terdapat juga psocid yang sayapnya berkembang baik terdapat dalam kulit kayu, daun-dedaunan, semak-semak dan kulit kayu atau batu-batuan.
Makan psocid adalah ganggang dan lumut biasanya dapat memakan ragi, serbuk sari. Telur dari serangga ini diletakkan secara berkelompok maupun secara tunggal dan kadang tertutup oleh sutera atau kotoran. Beberapa kelompok hidup dibawah sarang seperti sarang laba-laba yang terdiri dari sutera yang tipis.
Klasifikasi dari ordo psocoptera terbagi dalam 3 subordo yaitu subordo trogiomorpha yang terdiri dari famili Lepidopsocidae, Trogiidae, Psoquillidae, psyllipsocidae, Prionoglaridae. Subordo Troctmorpha terdiri dari famili Liposcellidae, Pachytroctidae, Sphaeropsocidae, Amphientomidae. Subordo Psocomorpha terdiri dari famili Epipsocidae, Ptiloneuroridae, Caecillidae, Amphipsocidae, Asiopsocidae, Elipsocidae, Philotarsidae, Mesopsocidae, Lachesillidae, Peripsocidae, Ectopsocidae, Pseudocaecillidae, Trichopsocidae, Archipsocidae, Hemipsocidae, Myopsocidae, Psocidae.
Bab 25
Ordo Phthiraptera

Serangga dari ordo ini adalah kutu yang berupa ektoparasit yang kecil tidak bersayap serta berhabitat pada unggas dan mamalia. Serangga ini seringkali dibagi menjadi dua ordo yang terpisah yaitu Mallophaga (kutu pengigit) dan Anoplura (kutu penghisap). Subordo anoplura mengandung beberapa jenis parasite hewan dan manusia. serangga ini adalah ektoparasit yang menganggu dan beberapa vektor penyakit yang penting juga. Sedangkan untuk kutu pengigit seperti pada kutu gajah.
Makanan dari kutu penghisap adalah darah, bagian mulut adalah penghisap dan terdiri dari tiga stilet penusuk yang secara normal ditarik masuk kedalam kantung stilet didalam kepala. Stilet dorsal sebagai maksila yang bersatu ke atas dan bertindak sebagai saluran makanan. Stilet tengah sangat ramping dan mengandung air liur dan diperkirakan ini adalah hipofaring dan stilet ventral adalah organ penusuk yang utama dengan struktur seperti saluran mirip talang dan barangkali adalah labium.
Bila seekor anoplura makan, stilet dikeluarkan melalui sebuah rostrum dibagian depan kepala. Tarsi kutu penghisap dilengkapi dengan kait-kait yang kecil dan berfungsi untuk berpegangan pada rambut atau bulu pada inangnya. Serangga ini mengalami metamorphosis sederhana, yang betina dari kebanyakan jenis bertelur 50-150 telur dan selalu menempel pada rambut-rambut inangnya.
Famili yang termasuk ordo phthiraptera adalah Gyropidae, Boopiidae, Menoponidae, Laemobothriidae, Ricinidae, Philopteridae, Trichodectidae, Echinophthiriidae, Enderleinellidae, Haematopinidae, Hoplopleuridae, Linognathidae, Pecaroecidae, Pediculidae, Poliplacidae, Pthiridae.



Gambar 4. 23-2 A. Kutu batang-bulu ayam, Menopon gallinae (L.) (Menoponidae, pandangan ventral betina; B, kutu panggigit sapi, Bovicola bovis (L.) (Trochodectidae), pandangan ventral betina; ant, antena; mxp, palpus maksila; tcl, kuku-kuku tarsus.


0 komentar

Bisa Tidak Muslim dan Muslimah mengucapkan 'Selamat Hari Natal' ?

disekitar kita.. sebut saja dikawasan kampus, kawasan jurusan, ada beberapa agama dalam satu perkumpulan tersebut.. ada Islam, Kristen, Katolik dan yang lainnya lagi. masing-masing agama memiliki Perayaan masing-masing. dan ada ucapan selamat terhadap perayaan mulai beterbangan dan menggema di udara pendengaran tiap individu yang memiliki agama di ktp nya.. eh*

dibawah ini adalah penjelasan seorang muslim mengenai hal pengucapan selamat hari natal

-----> Semoga dengan berbagai fatwa dari ulama yang mumpuni, kita mendapat titik terang mengenai permasalahan ini.
Fatwa Pertama: Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama
Berikut adalah fatwa ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.
Beliau rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”
Beliau rahimahullah menjawab:
Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-
Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (Qs. Az Zumar [39]: 7)
Allah Ta’ala juga berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. Al Maidah [5]: 3)
Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?
Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.
Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imron [3]: 85)
Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?
Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.
Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?
Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan, “Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-
Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.
Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.
Fatwa Kedua: Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka
Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.
Syaikh rahimahullah ditanya: Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?
Beliau rahimahullah menjawab:
Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)
Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena Yahudi tersebut dulu ketika kecil pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam. Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.
Fatwa Ketiga: Merayakan Natal Bersama
Fatwa berikut adalah fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 8848.
Pertanyaan:
Apakah seorang muslim diperbolehkan bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam perayaan Natal yang biasa dilaksanakan pada akhir bulan Desember? Di sekitar kami ada sebagian orang yang menyandarkan pada orang-orang yang dianggap berilmu bahwa mereka duduk di majelis orang Nashrani dalam perayaan mereka. Mereka mengatakan bahwa hal ini boleh-boleh saja. Apakah perkataan mereka semacam ini benar? Apakah ada dalil syar’i yang membolehkan hal ini?
Jawaban:
Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak. Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al Maidah [5]: 2)
Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.
Ketua Al Lajnah Ad Da’imah: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Saatnya Menarik Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan:
Pertama, Kita –kaum muslimin- diharamkan menghadiri perayaan orang kafir termasuk di dalamnya adalah perayaan Natal. Bahkan mengenai hal ini telah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia sebagaimana dapat dilihat dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1981.
Kedua, Kaum muslimin juga diharamkan mengucapkan ‘selamat natal’ kepada orang Nashrani dan ini berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim. Jadi, cukup ijma’ kaum muslimin ini sebagai dalil terlarangnya hal ini. Yang menyelisihi ijma’ ini akan mendapat ancaman yang keras sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Qs. An Nisa’ [4]: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.
Oleh karena itu, yang mengatakan bahwa Al Qur’an dan Hadits tidak melarang mengucapkan selamat hari raya pada orang kafir, maka ini pendapat yang keliru. Karena ijma’ kaum muslimin menunjukkan terlarangnya hal ini. Dan ijma’ adalah sumber hukum Islam, sama dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Ijma’ juga wajib diikuti sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 115 di atas karena adanya ancaman kesesatan jika menyelisihinya.
Ketiga, jika diberi ucapan selamat natal, tidak perlu kita jawab (balas) karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala.
Keempat, tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir untuk mengucapkan selamat hari raya.
Kelima, membantu orang Nashrani dalam merayakan Natal juga tidak diperbolehkan karena ini termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.
Keenam, diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan dalam rangka mengikuti orang kafir pada hari tersebut.
Demikianlah beberapa fatwa ulama mengenai hal ini. Semoga kaum muslimin diberi taufiko oleh Allah untuk menghindari hal-hal yang terlarang ini. Semoga Allah selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus dan menghindarkan kita dari berbagai penyimpangan. Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alihi wa shohbihi wa sallam.

Diselesaikan pada siang hari, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul, 18 Dzulhijah 1429 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.
Artikel www.muslim.or.id
Selasa, 10 Desember 2013 0 komentar

What is DNA Barcoding? | iBOL


 


What is DNA Barcoding? | iBOL

What is DNA Barcoding?

 

How DNA Barcoding Works and What it Will Do

What is DNA Barcoding?

DNA barcoding first came to the attention of the scientific community in 2003 when Paul Hebert’s research group at the University of Guelph published a paper titled "Biological identifications through DNA barcodes". In it, they proposed a new system of species identification and discovery using a short section of DNA from a standardized region of the genome. That DNA sequence can be used to identify different species, in the same way a supermarket scanner uses the familiar black stripes of the UPC barcode to identify your purchases.
The gene region that is being used for almost all animal groups, a 648 base-pair region in the mitochondrial cytochrome c oxidase 1 gene (“CO1”), is proving highly effective in identifying birds, butterflies, fish, flies and many other animal groups. The advantage of using COI is that it is short enough to be sequenced quickly and cheaply yet long enough to identify variations among species.
The COI barcode is not effective for identifying plants because it evolves too slowly, but two gene regions in the chloroplast, matK and rbcL, have been approved as the barcode regions for land plants.

The Barcode Production Pipeline

Species identification using DNA barcodes starts with the specimen. Barcoding projects obtain specimens from a variety of sources. Some are collected in the field, others come from the vast collections housed in natural history museums, zoos, botanical gardens and seed banks to name a few.
In the laboratory, technicians use a tiny piece of tissue from the specimen to extract its DNA. The barcode region is isolated, replicated using a process called PCR amplification and then sequenced. The sequence is represented by a series of letters CATG representing the nucleic acids – cytosine, adenine, thymine and guanine.
analytical-chain
So if you wrote down the barcode sequence of an Arctic warbler (Phylloscopus borealis), for example, it would look like this:
CCTATACCTAATCTTCGGAGCATGAGCGGGCATGGTAGGC....
And it’s image looks like this:
warblerbarcode
Once the barcode sequence has been obtained, it is placed in the Barcode of Life Data Systems (BOLD) database – a reference library of DNA barcodes that can be used to assign identities to unknown specimens.
BOLD is a searchable repository for barcode records, storing specimen data and images as well as sequences and trace files. It provides an identification engine based on the current barcode library and monitors the number of barcode sequence records and species coverage.
 
;