Kamis, 01 Agustus 2013 0 komentar

Pasca Sarjana Edisi Pra Careers


Season 1
Juni 2012..
Dua jam telah terlewati dan sekarang menunjukkan pukul 06.00 am, wajah saya masih polos tanpa olesan make up sedikitpun,  terlalu banyak antrian, terlalu lama mendandani, terlalu banyak bicara si empunya salon tiba-tiba menyuruh saya untuk duduk didepan cermin, kemudian dia mulai melumuri wajah saya dengan bahan-bahan yang konon bisa membuat orang jadi cantik. Entahlah tetapi yang saya sadari setelah dilumuri oleh bahan itu semua orang yang berada didalam salon itu terkesima melihat saya J :p
“EVIE ADRIANI, SP..IPK 3,41..PREDIKAT KELULUSAN SANGAT MEMUASKAN...” bersamaan dengan itu saya berjalan untuk pertama kalinya menggunakan high heels, naik keatas panggung dan menjabat satu persatu tangan mereka yang insya Allah saya akan mengikuti jejak mereka, akan mengikuti prestasi dan gelarnya yaitu para petinggi kampus. Aamiiin

Sehari setelah diwisuda, saya mendapat dua gelar SP yaitu Sarjana Pertanian dan Sarjana Pengangguran. Berhubung saya termasuk orang yang tidak nyaman jika tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat, maka saya memutuskan untuk mulai membuat surat lamaran kerja, riwayat hidup dan mencopy serta men-scan ijazah serta transkip nilai sebanyak-banyaknya.
Agustus 2012...
Tiga bulan kemudian tanpa terasa sudah seratus lebih lamaran yang telah saya masukkan, melalui emal, pos, antar langsung dan mengikuti jobfair. Sudah banyak tawaran yang berdatangan. 

Pertama kali mengikuti tes perusahaan yaitu di PT. Smart yang dilaksanakan di kampus saya, saya mendapat sms pemberitahuan bahwa pertemuannya jam 8 pagi. saya, uki, nono, ridho datang ke Lt.6 (tempat tes), kami menunggu sekitar 2 jam kemudian ada sms konfirmasi dari perusahaan kalau tesnya diundur jam 3 sore -__-“ (balik ke markas), pukul 2 teman saya mengirim sms bahwa tesnya sudah dimulai. Saya nyaris terlambat, setelah soal psicotest selesai dibagikan, saya melihat kesekeliling ruangan, dan saya berguman dalam hati “wah hanya ada 3 wanita dengan kami diantara puluhan pria” setelah diumumkan nama -nama yang lulus dan hanya saya wanita yang lulus psicotest dan banyak juga pria yang tidak lulus. Selanjutnya tes yang kedua yaitu wawancara. Berhubung saya no.urut dua dan no. Urut satu itu tidak lulus maka saya dipanggil pertama kali untuk tes dan yang lainnya menunggu diluar ruangan. Ada tiga orang pewawancara dan mereka secara bergantian menanyakan tentang hobby, latar belakang keluarga, pengalaman organisasi dan alasan mendaftarkan diri di perusahaan itu. Wawancara berlangsung sekitar 25 menit. Katanya jika lulus, besoknya kami akan dihubungi oleh mereka. Dan ternyata saya tidak dihubungi, kata temanku yang lulus yang diterima itu Cuma cowok. Yah sudahlah bukan reski saya kerja disana J (skefo yang keterima itu nono’, congratz no’ ^_^9).

Beberapa hari kemudian saya berada di PKP Unhas, tempat dimana para pencari karyawan baru mengadakan seleksi karyawan baru. Kali ini BRI yang sedang memasang stand di lantai 1 PKP Unhas. Antrian sangat panjang hingga melewati dua pintu utama. Ada dua antrian, kiri dan kanan. Saya disebelah kiri dan ketika saya menengok ke sebelah kanan, saya melihat uki sedang mengenakan kemeja dan dasi, dan akhirnya saya melihat hampir semua orang mengenakan pakaian yang amat sangat resmi. Para lelaki memakai kemeja plus dasi dan celana kain serta sepatu pantovel yang sangat kinclong, bahkan saya bisa bercermin di sepatu mereka. Para wanita mengenakan pakaian seperti pegawai bank beneran dan ketika melihat ke bawah mereka (sepatu) dan membandingkan dengan punyaku (OMG!!! Saya memakai sepatu teplek dan mereka memakai high heels) tapi saya tetap PD, bermodalkan kemeja putih, celana kain abu-abu pinjaman kakak kost’an dan sepatu teplek akhirnya saya bisa duduk di depan pewawancara. Dia menanyakan soal tempat kerja impian saya, dengan polosnya saya bilang “mau bekerja di perusahaan kelapa sawit sebagai pest and entomology staff dan saya malah curhat soal impian saya yang ingin memajuka pertanian” dan setelah bersalaman dengan si pewawancara, saya bangkit dari kursi saya berbalik melihat si pewawancara tadi memperhatikan sepatu saya sambil tersenyum  ( memang memalukan -_- )

Pernah saya dihubungi oleh perusahaan pialang untuk wawancara, lokasinya di Jl. Sulawesi, sehari sebelumnya saya berencana untuk mencari tahu lokasinya, takutnya besok nggak bisa datang on time gegara mesti nyari alamat dulu, tetapi nggak ada yang bisa ngaterin aku, sahabat di KSR pada sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Saya mau pergi sendiri tapi baru nyadar kalau udah malam. Alhasil besoknya tepat pukul tujuh pagi saya diantar oleh Vadly (sahabat saya). Dalam perjalanan saya dan vadly celingak celinguk mencari kantor yang bertuliskan “Millenium Multi Finance” setelah melewati benteng rotterdam baru kita menemukan kantor tersebut, dari luar terlihat seperti ruko karena bangunannya. Setelah saya test psico dan interview, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menerima pekerjaannya, secara gajinya Cuma sejuta perbulan, nah kalau di bagi dengan biaya saya sehari-hari itu nggak cukup, mana pekerjaannya mesti nyari nasabah yang bisa ngeluarin uang M’Man -_-“.

Bulan Ramadhan 2012, Kali ini disebuah bank, namanya bank mega cek per cek ternyata bukan kerja di bank.nya tetapi jadi pegawai asuransinya bank mega -__-“ dan ini Cuma bertahan 3 minggu shob :p.

 Selama tiga minggu itu pernah ada yang menghubungi saya, katanya dari perusahaan kelapa sawit di pontianak, dan menanyakan mengenai kesiapan saya untuk di interview by phone dua hari setelah hari itu, dan saya langsung menyanggupinya. Dua hari kemudian ketika saya berbincang-bincang dengan karyawan baru yang basic.nya juga dari pertanian tiba-tiba ponsel saya berdering, saya melihat nomor yang tertera pada layar ternyata dari perusahaan kelapa sawit yang di pontianak itu, segera saya tarik nafas panjang dan menenangkan diri beberapa detik lalu menjawab telponnya, wawancaranya sekitar setengah jam lebih dan ada tiga penanya. Dan ketika saya mematikan telpon atau selesai wawancara, si karyawan baru yang dari tadi sepertinya menguping pembicaraan saya berkata “tadi kamu ujian yah?” -_-“ bagaimana tidak, pertanyaannya hampir tentang soal-soal yang ada pada saat saya kuliah dulu, tentang pestisida lah, PHT lah, bahkan tentang nama-nama ilmiah serangga dan tanaman. Beberapa hari kemudian saya disuruh untuk mengisi surat kesanggupan untuk bekerja disana. Katanya formulirnya sudah dikirim ke alamat email saya, malam harinya saya segera menghubungi kakak angkat saya yang selalu memberi saran dan motivasi, katanya “cari tahu dulu mengenai perusahaannya, di pontianak yah?? Hmm jauh dari tempatku. Memangnya kamu punya keluarga disana? Khawatir nanti kamu disana butuh sesuatu tapi nggak ada kerabat yang bisa bantu, tapi terserah kamu kok, saya bangga kalau kamu bisa mandiri dan kerja di tempat yang jauh dari keluarga, tapi ingat yah vie, kamu itu cewek” setelah itu saya menghubungi kak neni (kakak kandung saya) dan dia ngasih nomer om yang tinggal ti tarakan kalimantan, katanya minta saran sama om disana. Setelah saya menghubungi om yang baru juga kenal setelah di hubungi ini dan berbekal kesok kenalan akhirnya om saya bilang “kamu lulusan pertanian? Ok nanti om cariin kerja disini banyak perusahaan kelapa sawit, kamu nggak usah ke pontianak, jauh. yah” akhirnya saya memutuskan untuk menolak tawaran kerja yang di pontianak. Setelah saya mengirim surat lamaran ke Tarakan dan beberapa hari kemudian ada kabar bahwa om saya meninggal dunia. Innailahi wa inna ilahi rajiunnn.. “bukan takdir saya kerja di kalimantan
Bukannya saya tidak berusaha jadi pegawai asuransi tetapi hampir semua keluarga besar sudah saya tawari tetap saja nggak ngaruh buat karir secara mereka udah punya asuransi dari dulu -_-“ walaupun saya pernah down dan stand up again couse motivated dari kakak sepupu yang bilang bahwa “kamu harus bisa seperti Merry Riana yang awalnya Cuma jadi pegawai asuransi dan akhirnya bisa bebas secara finansial sebelum usia 30 tahun” dan saya berusaha belajar mengenai asuransi tapi lama-lama saya tertekan akibat nggak punya nasabah sedangkan rekan-rekan kerja yan lain sudah punya n then saya mutusin untuk resign dari perusahaan tersebut dengan alasan keterima ditempat lain yang sesuai jurusan gue :p, ehm begini cara saya ngundurin diri “waktu itu saya dengan basa basi masuk ke ruangan bu manager kemudian duduk membaca berkas asuransi kemudian saya mengirim sms ke sahabat saya, namanya fitto “telponka dulu, saya matikanji” setelah itu  hp saya berdering dan saya langsung menekan tombol merah dan mengangkatnya “halo, oh iya pak.. keterima yah pak, wah makasih banyak pak” saya sengaja membesarkan volume suara saya agar bu manager mendengarnya, dan akhirnya berhasil saya kemudian kemudian mengundurkan diri dengan memasang wajah sedih” dan akhirnya saya pulang dengan wajah riang :P
Selasa, 30 Juli 2013 0 komentar

All About Me (Edisi SMP Kls 1)


Kelas 1.3
Ada yang pernah membaca postinnganku yang “all about me edisi sd”??? masih ingat dengan yang namanya mahdur?? Hehe..saya dipertemukan lagi oleh tuhan dengan dia. Kita sekelas dan kita berteman biasa-biasa saja dan sikap kita juga biasa tidak ada yang spesial, oh iya anehnya saya juga sekelas dengan fira, iya..dia yang dulu menyukai mahdur :D. Syukurlah kisah kita tidak berlanjut, mungkin bisa didefinisikan  "ketika kita memasuki dunia baru dalam hal ini smp, dan kita bertemu dengan orang-orang baru dan kisah-kisah baru yang bisa menyingkirkan orang-orang lama dan kisah-kisah lama."

Salah seorang temanku mengatakan bahwa ada senior yang mencariku dan mereka ada didepan kelas, apa lagi ini...saya pikir mereka akan memarahiku karena telah menyaingi kecantikan mereka sehingga gebetan meereka berpihak kepadaku tapi ternyata saya terlalu PD untuk itu semua -_-“, mereka datang hanya untuk berkata “kamu anaknya pak arfah, kalo ada yang ganggu jangan segan2 minta bantuan kami yah, kami ini anak dari PNS pertanian juga” peristiwa ini menyadarkan saya bahwa solidaritas itu tidak hanya antar teman sekerja saja tetapi juga sampai anak cucu, wah pertanian keren, hidup pertaniannnn HIDUP PERTANIAN!!!!!!!!!!
Saya merupakan murid yang tingkat kecerdasanya itu dibawah rata-rata alias bodoh :’(, pada saat guru yang seharusnya mengajar dikelas kami itu berhalangan hadir, jadi terjadilah keributan yang teramat sangat ribut, ada yang saling lempar-lemparan kertas dan saling bunuh membunu
h, ehm ok yang ini bercanda yah, tiba-tiba datang seorang guru dari kelas sebelah, saya lupa namanya siapa intinya dia seorang pria, kita sebut saja Pak Guru Kelas sebelah. Setelah dia berhasil menenangkan kami dengan gas air mata, ehm ok yang ini juga bercanda. Dia kemudian bertanya “apa definisi dari kata?” 1 detik 2 detik 3 detik 4 jam ehm ok yang ini juga bercanda, tidak ada yang bisa menjawabnya, kemudian SAYA mengangkat tangan dan menjawab “kata adalah kumpulan dari beberapa huruf” seketika kelas kembali ramai, seisi kelas menertawakan saya kecuali si Pak Guru Kelas sebelah Setelah dia berhasil menenangkan kami dengan gas air mata, ehm ok yang ini juga bercanda maka dia menjawab, memang benar itu definisi yang sebenarnya. Kemudian dia mengajukan pertanyaan lagi “apa definisi dari kalimat?” 1 detik 2 detik 3 detik 4 jam ehm ok yang ini juga bercanda, tidak ada yang bisa menjawabnya, kemudian SAYA mengangkat tangan dan menjawab “kalimat adalah kumpulan dari beberapa kata”. “memang benar itu definisi yang sebenarnya” ujur si Pak Guru Kelas sebelah. Alhasil seisi kelas meliahat dengan wajah keherangan kearahku, yang paling saya ingat itu teman saya yang jarak bangkunya dengan saya agak jauh jadi dia melihat meja saya dan berkata “buku apa kau baca?”. --___--“ yah Tuhan sebodoh itu kah akuu, sampai2 tidak ada yang percaya dengan kejeniusanku yang kebetulan itu :[
0 komentar

Aku vs Raditya Dika


Tgl 29 oktober 2012, dosenku menghubungiku, dia menawariku untuk membawakan materi di sebuah seminar yang diadakan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia, Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, dll yg berlangsung pada tgl 14 nov. Saat itu aku berencana akan ke kediri tgl 10, tetapi entah kenapa aku tidak membalas sms dosenku dengan menolak tawarannya dan beberapa saat setelah itu sepupuku yang berencana juga ke kediri menghubungiku, katanya dia tidak jadi berangkat karena sudah diterima bekerja diperusahaan swasta actually aku juga m’batalkan keberangkatan. Alhasil aku lansung membalas ajakan dosenku dengan bersedia menjadi pemateri pada seminar PEI tersebut.
Hari H tiba, aku membawakan materi kepik hitam atau jurnal dari penelitianku didepan anggota PEI dan peserta seminar yaitu dari instansi pemerintahan (BPTPH, IP3OPT seluruh sulsel, dll), Akademika Kampus Pertanian se-Sulsel dan juga perusahaan pertanian.
Raditya Dika, dia penulis favoritku juga mengadakan talkshow dikampusku pada tanggal 14 nov, berhubung aku sudah pernah bertemu dengannya jadi aku memutuskan untuk memilih diriku yang menjadi pemateri untuk didengarkan oleh orang banyak, karena ini adalah proses, kemarin aku sudah mendengar raditya dika atau pemateri lain yang memberikan materi. Sekarang giliranku. Aku sangat berterima kasih kepada pak Thamrin selaku dosenku yang telah mengajak untuk membawakan materi serta berkat dia aku bertemu lagi dengan pak Ruslan, istri pak ruslan dan kak rafi, mereka adalah orang-orang yang telah membantuku mengenal kepik hitam pada awalnya di IP3OPT Pinrang dan Bak Ruslan adalah kepala IP3OPT tersebut. Aku juga bertemu dengan  Bu Nini, kepala IP3OPT Bulukumba. 

“Kita harus bisa mengikuti jejak ikan salmon, yang berani pindah untuk mendapatkan yang lebih baik” -Raditya Dika- 

Dulu mendengar sekarang didengarkan... B-)

Rabu, 26 Juni 2013 0 komentar

All About Me (Edisi SD)


AssalamuAlaikumm..Hallo...haii..wakarimashita...

Kali ini saya ngebahas tentang pengalaman cinta monyet saya sejak jaman SD atau lebih tepatnya ngebahas semua hal yang berhubungan dengan Profil saya masih SD. Tunggu dulu..tunggu duluu..mungkin kalian yang membaca postingan ini berfikir jika saya sudah merasakan yang namanya cinta monyet sejak SD ..haha kalian salah karena Cuma bocah-bocah itu yang menyukaiku..xixi..maklum dulu aku itu cantik alias primadona kampus eh sekolah..haha..kalian jangan muntah dulu, masih ada lanjutannya nih, tapi sekarang kebalik kali yah..sekarang bukan primadona tapi perimadongo ckck _ _!!

saya bersekolah di SD Negeri 3 Kasimpureng Kabupaten Bulukumba. 

Kelas satu SD : seingat saya..saya tidak ingat apa-apa..ckck

Kelas dua SD : seingat saya..saya tidak ingat apa-apa..ckck

Kelas tiga SD : seingat saya..saya ingat apa-apa yang terjadi, hmm..waktu itu saya memiliki wali kelas yang super duper nyebelin. Sudah pendek gendut jelek lagi. Huh..namanya bu sisi (nama dirahasiakan) saya tidak tahu dia kesekolah niat mengajar atau niat jualan. Iya dia membawa dagangannya untuk dijual kesiswa tanpa sepengetahuan guru-guru lain. Padahal sudah ada kantin yang disediakan sekolah dan saya suka banget jajan dikantin itu karena makanannya enyak2, yang jualan dikantin sekolah itu istrinya pak sangkala’ (penjaga sekolah) aku paling suka makan manisan dan bakwan nya yang waktu itu masing-masing masih seharga permen alias seratus rupiah. Hmm balik lagi ke yang guru wali kelas, Kalian pasti heran kok kenapa nggak ada guru lain yang tahu. Yaiyalah dia jualin jajanannya pas lagi ngajar, trus yang paling aku ingat waktu itu jam pelajaran sudah dimulai, bukannya nyuruh kami murid-muridnya ngeluarin buku eh malah disuruh ngeluarin duit buat beli jajanannya. Setelah transaksi selesai dan kami kembali ke bangku masing-masing. Kami lalu naruh tuh kue dilaci eh dia malah nyuruh kami untuk makan tuh kue. Gila kan tuh guru, dan ketika kami semua dengan bodohnya ngikutin sarannya dia sambil makan tuh kue tiba-tiba ada guru lain yang lewat lalu dia segera memberi kode kepada kami untuk menyembuntikan makanan kami di laci. Parah banget kan nih guru. 

Waktu itu saya memang masih kecil masih lugu masih polos masih kere sampe sekarang, tapi naluri saya sebagai siswa yang ingin belajar bukan malah makan kue disekolah tiba-tiba keluar, sepulang sekolah saya dan teman-teman saya ke kantor tante saya yang letaknya disamping sekolah, dulu saya belum tau kalau nama kantor itu Diknas alia Dinas Pendidikan Nasional. Saya hanya tahu bahwa tu kantor yang ngurus guru-guru. Setelah sampai disana saya yang masih kecil polos itu curhat ke tante saya kalau wali kelas saya kerjanya Cuma jualan dan maksa kami beli jualannya mendengar itu tante saya hanya manggut-manggut sambil tersenyum. Beberapa hari kemudian wali kelas saya tidak datang setelah saya nanya keguru lain katanya dia di mutasi kesekolah lain. Huaalaahh..haha.aha..senangnya hati ini sorak kemenangan terpancar dari wajah saya dan teman-teman, tapi nggak enak juga sih sama itu ibu, mungkin sampai sekarang saya sudah tamat kuliah dia belum tahu kalau saya yang buat dia dimutasi waktu itu. Hmm..maaf bu, ini buat kebaikan ibu juga agar ibu bisa belajar cara mendidik yang baik.

Kelas  4 SD :  yang saya ingat itu kelas kami tepatnya 4B kedatangan murid baru dari bontang, hmm aku lupa namanya, sebut saya maya. Saat jam istirahat kami semua mulai berkenalan dengannya, aku dengan sok akrab langsung duduk di sampingnya dan teman-teman yang lain juga nyusul, aku melihat dia memegang pulpen yang sangat besar serta memiliki tali alias gantungan yang panjang jadi seperti kalung  dan kami semua kaget melihatnya maklum orang udik, yang tahunya Cuma pulpen snowman saja, katanya dia lagi buming pulpen yang seperti itu di bontang dan ketika aku pegang dan nyoba nulis pake tu pulpen tiba-tiba naluri kehewananku muncul sambil mengendus-endus tulisanku yang cakar ayam itu aku lalu berkata “wah..harum” lalu temanku mulai majuin kepalanya ke arah tulisanku. Ckck..bisa dibayangkan bukan gimana kepala bocah ingusan itu saling berebutan layakna nak anjing yang lagi nyari tulang..ckck..setelah kejadian memalukan itu selesai si maya lalu bilang “sebaiknya jangan dicium karena itu mengandung racun”. APPPPPPAAAAAAAAAAA..sontak kami langsung pinsang berjamaah abis itu mati berjamaah dan dikubur berjamaah. Hehe nggak lah yah Cuma kaget aja. Beberapa lama kemudian pulpen seperti itu baru beredar di sekitar toko samping sekolah kami. Ckck.. tapi pulpen itu cukup tenar kok di jaman SD dulu nggak tau sejak kapan pulpen itu mulai tenggelam.

Satu lagi kejadian yang masih aku ingat yaitu ketika wali kelasku masuk rumah sakit, iya kami sekelas mendatangi rumah sakit, nggak kebayang kan gimana kagetnya orang-orang dirumah sakit ngeliat segerombolan domba mendatangi rumah sakit, karena melihat jumlah kami yang terlalu banyak si suster mempersilahkan kami masuk secara perkelompok alias bergiliran yah sekitar 5 orang sekali masuk, jujur aku lupa nama wali kelasku yang satu ini, hehe maap bu tapi aku masih ingat kok rumahnya dia dan yang lebih penting lagi aku juga masih ingat kalau dia punya anak cowo’ yang ganteng dan suami seorang polisi yang nggak kalah ganteng sama anaknya, hehe. Setelah giliran kelompok ku yang masuk, aku lalu melihat kondisi ibu waliku yang sepertinya sangat mengganaskan sebagian badannya merah, katanya sebelum berangkat kesekolah dia terburu-buru memindahkan air panas alhasil air panasnya tumpah dan mengenai dirinya. Ckck..turut berduka bu.

Masih ada satu lagi dan sepertinya ini yang terakhir yang aku ingat, waktu itu kami belajar IPA , guru memberi tugas kepada masing-masing siswa untuk menanam kacang hijau kedalam gelas plastik dan kami disuruh membawa hasilnya dua hari kemudian. Setelah sampai dirumah dan setelah ayahku pulang dari kantor aku langsung menceritakan padanya tentang tugasku itu, dia hanya menggangguk, aku sebenarnya bisa ngerjain itu sendiri tapi ayahku kan pegawai pertanian, jadi aku berharap hasilnya sangat amat bagus sekali gituuu.. dan ternyata jenk.jenk.jenk aku melihat ayahku menggunakan botol plastik yang dipotong horisontal kemudian dibaringkan. “ayah, aku bilang gelas plastik” kataku tapi ayahku bilang “tidak ada, ini mi saja, lebih bagus ini lebih besar”. Yah aku hanya pasrah menerimanya, aku juga tidak mau mengecewakan ayah kan aku anak yang baik. Hehe. Besoknya disekolah aku datang lebih cepat dari biasanya dan berniat menyembunyikan tanamanku ke laci, setelah itu guru datang dan menyuruh kami meletakkan tanaman masing-masing ke atas meja, akhasil aku langsung menaruh tanamanku ke meja dan sontak seluruh kelas tertawa melihat tanamanku itu. Hikss..malu aku maluu.. sesampainya dirumah aku lalu menceritakan pada ayahku bahwa aku tadi ditertawakan disekolah dan masa ayahku bilang “bagus itu kalau ditertawakan, artinya bagus tanamanmu”, mendengarnya aku langsung pergi dari rumah dan pindah ke keluarga lain. Hehe nggak donk bercanda, I love my family.

By the way aku pikir itu yang terakhir ternyata masih ada lagi nih. Hehe. Seriuss deh ini yang terakhir yang aku ingat dikelas 4 SD, waktu itu pelajaran penjas, yah aku merupakan murid yang tergolong nggak doyan sama aktifitas olah raga, aku nggak pernah mau ikut main kasti kalau sekarang namanya baseball, juga nggak mau ikut main sepak bola. Sebenarnya dulu itu aku orang yang amat sangat lemah dan sempat juga aku di opnama masuk rumah sakit sekitar seminggu karena badanku yang tidak sehat ini terserang penyakit malaria. Itu pertama kali aku di opname dan aku juga masih ingat kok kalau teman-teman sekelas dan bu wali kelas datang menjenguk kalau nggak salah mereka bawa biskuit setoples, makasih teman-teman. Love u folepelll deh :*

Kelas 5 SD : disini aku pertama kali kenal yang namanya organisasi, organisasi Pramuka, tiba waktu perkemahan, para murid sangat berantusias untuk mendaftarkan diri ikut perkemahan tetapi aku justru tidak daftar tiba-tiba seorang guru bertanya padaku mengapa aku tidak ikut daftar dan dia juga sempat nanya-nanya soal keluargaku sepertinya dia kenal dekat dengan keluargaku dan aku hanya menjawab, tidak bu makasih, setelah itu keluar pengumuman nama-nama murid yang bisa ikut perkemahan banyak murid yang memasang muka murung karena namanya tidak ada di list pengumuman, aku jadi penasaran siapa saja yang ikut dalam perkemahan itu, setelah itu aku kemudian melihat namaku dengan seenaknya nangkring di sana. Ckck. Pasti ini ulah ibu itu. Hmm..aku jadi tidak enak dengan temanku yang lain. Di tempat perkemahan, aku bingung bagaimana cara menceritakannya lewat tulisan tentang hal yang satu ini, intinya ada kakak kelasku yaitu kelas 6 yang menyampaikan padaku tentang temannya yang juga ikut perkemahan tetapi temannya itu cowo’, aku langsung pasang muka sok jual mahal setelah aku tau bahwa dia menyukaiku, hallahh pikiran anak SD waktu itu aku selalu merasa marah jika ada orang yang menyukaiku (nanti diceritakan dikelas 6), akhirnya belakangan aku sadar setelah selesai perkemahan aku melihatnya dia itu ganteng bo’ dengan wajah putih bersih dan tahi lalat kecil dipipinya, sejak saat itu aku pernah menaruh jari telunjukku ke pipiku dan besoknya aku melihat ada tahi lalat nangkring di situ, serius ini nyata dan masih ada samapi sekarang. Nggak percaya silahkan lihat diriku..hehe nyesel deh dulu jutekin dia. Haha

Kelas 6 SD : amat sangat banyak yang bisa saya ceritakan karena hampir semuanya saya ingat, waktu itu pembagian tempat duduk. Yang pinter dengan yang dongo’. Berhubung aku dongo jadi aku duduk dengan temanku yang pinter namanya a.sri, sampai sekarang kami masih berteman baik kok.
Aku juga ingat selama SD kelas 5 – 6 aku nggak pernah ngikat rambutku, iya habisnya aku nggak mau dikatain sama teman-temanku yang cowo’. Pernah suatu ketika aku kesekolah sambil rambut diikat cacing satu, eh aku malah dikatain wong peihong, siall.
Mahdur kelas 6A, nama teman SD ku yang kata teman-temanku kalau dia menyukaiku, dan lagi-lagi aku jengkel maklum perasaan anak-anak waktu itu aku belum bisa merasakan apa-apa kecuali rasa es krim, pas UAS di SD 10 aku juga masih ingat ketika jam istirahat aku menanyakan harga kacang telur ke penjual dan dia yang menjawabnya, lalu aku langsung masang muka jutek. Dan yang paling aku ingat teman kelas nya dia namanya fira berkata padaku ”tidak mauko sama mahdur evie? Kasihma’” aku langsung kaget mendengarnya dan spontan bilang “ambilmi” ckck..perbincangan yang memalukan. Maaf fira aku terpaksa menceritakan ini ke postinganku abis kamu dulu baga sih.hehe peace. Dan belakangan aku tahu setelah masuk smp bahwa mahdur itu ternyata punya wajah yang manis dan juga ketika aku melewati toko Ruri, toko yang waktu itu terkenal di kabupaten, mungkin kalau di makassar itu ada toko agung nah di bulukumba ada toko ruri, temanku nyeletuk “vie, ini rumahnya mahdur”, seketika aku langsung pingsan, * hehe (klo yg pingsan ini bercanda :D just for fun) 

nb : buat yg sy pake nama.nya maaf yah, klo nggak minta izin duluan ^^v
  
 
;